Archive for the ‘kesaksian’ Category

propolis, bovine colustrum, antibiotics, antioxidant, anti-cancer, anti-inflammatory, anti-ulcers, anti aging, sehat, sejahtera, awet muda

Halitosis atau bad breath adalah istilah untuk menjelaskan bau tidak sedap yang keluar bersama hembusan napas. Bau tidak sedap itu dapat berasal dari bakteri dalam rongga mulut, atau dari saluran pencernakan, saluran pernapasan dan lain-lain sebab. Halitosis sangat berpengaruh terhadap kepribadian diri maupun dalam pergaulan. Oleh karena itu Halitosis menyebabkan HALITOPHOBIA, dan menjadi alasan ketiga terbesar orang-orang penderita halitophobia datang ke ahli gigi (Dokter Gigi) untuk membebaskannya, karena penyakit GIGI merupakan penyebab terbanyak munculnya HALITOSIS.

Singkatnya, bau napas tidak sedap terkait erat dengan aktivitas bakteri pembusuk di dalam rongga mulut dan saluran pencernakan dan saluran pernapasan. Bak tak sedap dapat muncul karena berbagai penyakit degeneratif (penyakit sistemik) seperti ‘ketosis’, trigliserin tinggi dan lain-lain. Selama berpuasa, gejala HALITOSIS sangat umum terjadi pada orang-orang yang berpuasa. Tetapi adakah jamu, obat atau herbal yang dapat menjaga kesegaran mulut selama berpuasa?

 Bagaimana mengubah blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai

Read the rest of this entry »

Malam-malam setelah pukul 24.00 tentunya waktu yang enak untuk tidur. Maka jika lupa mematikan HP lalu terdengar massage-tone, uring-uringan dalam hati. Apalagi jika malam itu adalah malam-malam bulan tua. Begitupun dengan yang selama ini saya alami. Tapi bukan sebel, bukan mangkel. Justru senang.

Isi SMS malam itu begini bunyinya: Manajement PT Melia Nature, Mengucapkan Selamat, Hari Ini Anda Memperoleh Bonus tgl. 29 Mei 2010 Sebesar Rp 603.000 Sukses Untuk Kita Bersama. Read the rest of this entry »

Sulit menyatakan, kenapa sekarang jadi terdampar di bisnis ini. Terdampar atau tersangkut atau tersesat, tak jelas lagi. Seingatku dulu gara-gara teman chatting di internet datang ke rumahku sepulangnya aku dari Jepang, Oktober tahun 2004. Dia yang bertandang dengan pakaian gamish segera bilang: “Mas, gimana, sudah nyoba buka atau searching entry HGH dan Propolis? Ini aku bawakan contohnya, mau nyoba nggak?”.

Seingatku waktu itu aku malah bertanya. “Apa khasiatnya, sih?”
Temanku: “Ya banyak lah, sesuai yang ditulis di berbagai kitab suci. Kalau di kitab kita kan hanya disebutkan ada obat yang menyembuhkan bagi manusia, kan? Jadi ya gak jelas. Malah teorinya benda ini mampu menjadi ‘single medicine’ nih coba lihat daftar kelompok penyakit yang sudah terbukti dapat disembuhkan!” Dia pun mengeluarkan brosur kuning-coklat dengan tulisan lembut.
“Ah, masa sih? Benda sekecil itu dapat menggantikan semua obat dan penyembuh?” tanyaku menantang.
“Lho, ndak percaya sampiyan? Mari dicoba, nanti kalau langsung ada reaksi berarti memang sampiyan tidak sehat… he he he. Tapi yang penting bukan itunya, tapi ini lho peluang bisnisnya yang luar biasa. Nih daftar bonus harianku selama bulan Oktober lalu… hebring kan? Mana ada usaha dengan modal gak sampai sejuta sekali selamanya dapat pasokan bonus tiap hari minimal Rp 114,000?”
“Wah, kalau gitu laris dan cepat berkembang dong, jaringan sampiyan?”
“Ya jelas, dibanding jaringan sampiyan yang dari Amerika itu, ini lebih pasti. Penghasilannya dapat dihitung dan ditentukan lho. Coba sampiyan ingin berpenghasilan berapa sebulan?”
“Ya, misalnya aku dapat penghasilan tambahan sebesar gaji pokokku sebagai PNS yang (waktu itu) satu setengah juta lebih dikit, apa yang harus aku lakukan setelah keluar modal Rp 580,000?”
“Yang jelas sampiyan gabung dulu ke aku ha ha ha ha, mana Rp 580,000. Sampiyan dapat produk 1 paket atau 7 botol Propolis yang dapat sampian konsumsi sendiri atau dijual sebagian.  Lalu mulai besok usahakan selama sebulan sampiyan mengajak mengajak orang lain sehingga berhasil bertransaksi sebanyak 15 paket. Dah pasti kujamin sampiyan dapat tambahan penghasilan total senilai Rp 1,500,000 berupa cash 70% dan produk 30%.”

Singkatnya meskipun temanku tadi menggebu-gebu menawarkan, menjelaskan dan mengiming-iming dengan daftar bonusnya yang sebulan mencapai puluhan juta rupiah, aku tetap belum dapat menerima. Hanya saja untuk membuat enak hubungan selanjutnya, aku coba minum 5 tetes Propolis, sebelum temanku itu pamit. Eit… ternyata setelah mobil Mercy merah anggur pergi, mendadak aku pengin kencing. Dan terus berulang berkali-kali. Tapi dasar belum percaya, justru teh dan kopi yang aku salahkan membuat aku beser…:-)

Entah kenapa, keesokan harinya aku merasa tak enak dengan temanku yang datang kemarin. Sudah jauh-jauh dari Bandung hanya ingin bertemu (sebelumnya aku belum pernah bertemu dengan teman chatting itu) e, kok tawarannya aku tolak dengan berbagai argumentasi… Maka aku SMS dia, bahwa aku siap bergabung. Maka datanglah satu kotak Propolis via jasa titipan kilat sore harinya. Segera aku buka dan coba mengonsumsinya sesuai petunjuk di brosur. Padahal niatku bergabung hanya merasa tak enak pada kawan.

Setelah mengonsumsi sesuai anjuran habis 3 botol, maka ada rasa pegal dan sakit sekali di pinggangku. Bebera hari terasa sakitnya semakin menjadi-jadi. Untung datang temanku yang lain (Ustadz Chodjim, penulis buku Syech Siti Jenar) dan melihat aku kesakitan di pinggang segera saja beliau berkata: “Wah itu kayak aku dulu, Mas. Gejala mau keluar batu ginjalnya. Kalau dibiarkan dan yang akan keluar cukup besar, bisa-bisa harus dioperasi, lho.”

Dasar aku yang memang tidak suka ke dokter, maka segera tanya: “Terus waktu sampeyan sakit begini apa yang dilakukan, agar tak usah ke dokter gitu lho?”
“Beli saja Batugin-elixir atau jamu yang mengandung keji-beling, kumis kucing atau tempuyung. Tapi yang Batugin terbukti mampu meremukkan batu ginjalku dulu. Harganya juga tak sampai CEBAN”

Setelah temanku pulang, aku segera ke apotik beli Batugin. Aku minum dan menuruti anjuran di Batugin itu untuk minum air putih banyak-banyak. Nah, ini yang menyiksa. Susah bagiku minum air putih saja. Tapi apa boleh buat. Akhirnya 2 hari kemudian setelah minum batugin dan tetap rutin minum Propolis, keluarlah batu ginjal itu disertai air kencing yang kecoklatan. Ah, mungkin itu campuran darah… Tapi setelah itu lega benar. Pegal-pegal di pinggang hilang.

Tapi cerita terus berlanjut. Pada paket kedua yang aku beli lagi lewat temanku yang pertama, muncul lagi pegal-pegal di pinggang, kalau dulu di pinggang kanan, sekarang yang kiri. Dan ini lebih parah sakitnya. Segera aku beli lagi Batugin dan seperti yang terdahulu, memaksakan diri minum air putih bergelas-gelas sehari. Terutama bangun pagi, langsung 1.5 liter air putih, baru propolis dan Batugin. Sama persis seperti yang pertama, 2 hari kemudian setelah minum batugin, keluar lagi batu ginjal dan diikuti oleh serbuk-serbuk dan air kencing mencoklat. Setelah itu, benar-benar hilang keluhan pegal-pegal di pinggang, sampai sekarang!

Namun begitu, tetap saja keyakinan akan propolis dan peluang bisnis yang ditawarkan belum juga masuk di nalar saya. Mana ada tanpa kerja seperti temanku yang pertama, kok rekening tabungan dapat bertambah tiap hari? Pasti ada apa-apanya, nih. Apalagi waktu itu aku masih jadi member aktif di dua perusahaan MLM. Dua-duanya memberlakukan TUTUP POIN. Sedang yang ditawarkan temanku ini tidak ada tutup poin, dengan peluang seperti 2 gambar ini.

Slide2 Slide3

Sayang salah satu dari kaki jaringan temanku pertama tadi menyalahi sistem. Kebetulan pula kaki itu terusannya adalah membership saya. Akibatnya jaringan saya macet tidak berkembang. Hingga perusahaan yang semula dimiliki oleh asing (Malaysia) dan lalu berubah manajemen setelah diambil alih oleh para member yang dipimpin oleh Ir Sukur Nababan, jaringan saya tidak berkembang dan sulit bagi saya memperoleh PROPOLIS lagi.

Pada bulan Januari 2007, teman sekantor yang dulu saya tawari, ternyata isterinya bergabung di jaringan lain dan membuka stockis, lalu memprospek isteri saya. Isteri saya tidak mau, karena masih menjalani MLM yang lain sebagai downline saya. Kebetulan saya datang dan setelah tahu ditawari menjadi member PT MNI, maka dengan yakin saya suruh isteri untuk segera bergabung. Namun bukan karena bisnisnya, tetapi karena saya perlu PROPOLISNYA. Saya sudah benar-benar yakin akan manfaat PROPOLIS untuk kesehatan. Kemudian saya pun bergabung lagi menjadi downline isteri saya, seminggu kemudian.

Karena dibujuk-bujuk terus oleh pemilik stokis Bogor, maka pada hari Minggu akhir Januari 2007, saya antar isteri saya datang pertemuan. Baru tahu bahwa peluang itu nyata. Maka sesampai di rumah lagi, barulah kami berdua MENGUBAH KEYAKINAN, dari hanya sebagai konsumen PROPOLIS menjadi pelaku bisnisnya. Malah kuartal pertama tahun 2008, kami berhasil membuka STOKIS atas bantuan banyak rekan saya yang sekarang menjadi “INVESTOR” atau pemilik produk PT MNI yang ditransaksikan lewat STOKIS kami yang diberi nama WARUNG BIYANG PROPOLIS  atau http://www,propbiyang.net/.

Mengubah keyakinan memang perlu waktu. Dan barusan saya baca buku yang pernah saya baca sebelumnya sampai 2 kali, terjemahan “The Opportunity in Every Problem” tulisan SL Taylor, dengan tokoh utama Mr I M Lucky dan Utor Retting tentang peluang. Saya tertarik dengan goresan tinta berwarna “pink” yang khas tulisan saya. Jadi rupa-rupanya entah kapan ketika aku baca buku itu, kebetulan pegang ball-point-pen warna pink, aku tuliskan ringkasan pemahaman tentang  bab 2 buku itu. Catatan ringkas itu berbunyi: “LOGIKA DAN TALENTA: Semua Peluang adalah Tawaran dari Nya”. Jadi apa masalahnya, jika Anda tidak menerima peluang yang Anda baca di posting saya ini?

Salam sukses dari Bogor,

Mengonsumsi Propolis itu bisa senikmat Es Jahe Wangi….!!!

Selama menjalani bisnis MLM PT Melia Nature Indonesia (PT MNI) sudah beraneka ragam orang saya temui. Dari segala lapisan masyarakat. Namun dari kesemuanya, saya sangat belajar dari Pak Rahidin, seorang pedagang rokok gerobakan. Ya, sebelum dikenalkan dengan PROPOLIS, Pak Rahidin adalah pedagang rokok dengan gerobak yang mangkal di pintu masuk dari Cilendek, kompleks perumahan elite, Taman Yasmin.

Setelah menjalani bisnis beberapa bulan, kehidupannya berubah. Gerobak rokok pun dia tinggalkan. Namun saya berpesan, “Pak Rahidin, seharusnya tidak begitu saja meninggalkan gerobak rokoknya, Pak.” “Lho, kenapa Pak?”, jawab Pak Rahidin balik bertanya. Saya jawab, “Ya, karena gara-gara Pak Rahidin jaga gerobak rokok itu kan, Pak Dony upline Sampeyan datang lalu memperkenalkan propolis yang membawa perubahan kehidupan menjadi lebih baik?” Jawabnya enteng waktu itu, “Iya juga sih… tapi capek Pak. Dagang rokok sehari dapat Rp 20,000 saja dah untung, tapi dengan Propolis ini, Rp 100,000 sehari adalah yang paling kecil…. he he he he.”

Singkat cerita, Pak Rahidin memang maju pesar bisnis-nya. Bahkan mengajak saya balapan membeli mobil…. Saya jawab, sementara saya ngalah lah… kan sudah beli duluan…:-). Mungkin karena ledekan itu Pak Rahidin lalu giat belajar. Ikut pelatihan seperti yang terpampang di foto itu. Sayangnya dia sangat mendengarkan anjuran leader Bogor, untuk mengubah kebiasaan jualan Propolis botolan menjadi paketan. Bahkan memaksakan diri untuk mencari pembeli yang langsung beli 7 paket.

Dasar tukang rokok, hitungannya juga sederhana. Kalau satu paket bonus sponsornya Rp 100,000 maka kalau 7 paket bonusnya otomatis Rp 700,000. Kalau seminggu dapat 2 member yang masing-masing beli 7 paket, dan diletakkan di kiri dan kanan maka bonus totalnya adalah 2 x 7 x Rp 100,000 = Rp 1,400,000 ditambah dengan bonus perkembangan jaringan 7 kiri – 7 kanan = Rp 510,000 sehingga total Rp 1,910,000 seminggu. Sebulan berarti hampir Rp 8 juta. Maka Pak Rahidin kemana-mana ikut si Leader. Sampai lupa untuk menjalankan kebiasaannya jualan eceran. Akhirnya justru 6 bulan Pak Rahidin nihil dari bonus. Terpaksa gerobak rokoknya dia buka lagi… jualan rokok lagi.

Untung upline langsungnya (Sponsor) Pak Rahidin mendatangi dan mengingatkan kembali akan suksesnya Rahidin jualan eceran. Pak Rahidin diajari lagi secara sederhana. “Juallah 3 botol Propolis sehari, maka Pak Rahidin akan untung Rp 60,000 sehari.” Dari keuntungan itu, taruh kata Rp 30,000 disetor untuk kehidupan sehari-hari kepada Isteri, Rp 20,000 untuk operasional dan makan Pak Rahidin dalam perjalanan lalu Rp 10,000 ditabung kan lumayan.

Untung Pak Rahidin menuruti perintah Upline-nya. Mulai Februari kemarin, bonus mulai mengalir lagi. Meskipun belum pulih seperti sebelum dia mengejar 7 paketan, tapi sudah lumayan lah. Hitungannya gampang, jika dia memperoleh bonus pasangan terendah (Rp 170,000) artinya dia berhasil menjual eceran 4 paket atau 28 botol, artinya keuntungan yang dia peroleh dari jualan eceran sebesar 28 x Rp 20,000 = Rp 560,000. 

Hari Minggu kemarin, 14 Maret 2010, dia datang ke stokis untuk ambil belanja automaintain bulan Februari. Sebelum dia pulang sempat berkata: “Bener juga, ternyata lingkup usaha Rahidin ini baru setingkat eceran 3 botol sehari, Pak… ha  ha ha ha ha, belum bisa masuk ke kelompok 7 paketan…”

Nah inilah pelajaran berharga dari Pak Rahidin. Dalam menjalani bisnis PT MNI, rupanya saya tidak boleh membeda-bedakan calon konsumen atau calon member baru saya. Saya tidak boleh menilai seorang prospek yang akan menjadi downline saya sebelum dia benar-benar menjalankan bisnisnya, bersama saya. Meskipun banyak leader PT MNI menganjurkan agar distributor memburu konsumen yang membeli 3 paket atau 7 paket, rupanya jualan eceran seperti Pak Rahidin 3 botol sehari, jauh lebih efektif jika memang lingkungan pergaulan kita adalah kelompok yang mampunya membeli eceran…. Ibaratnya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit….

Selamat Pak Rahidin, Sampeyan memang sumber inspirasi.

Salam sukses dari Bogor

Pengunjung weblog www.kdpbiz.com yang bahagia, di posting ini saya akan menyampaikan pengalaman atau pelajaran sangat berharga untuk anak saya, Adi, atas kejadian yang menimpanya. Kejadian ini dapat saya sebut sebagai MUSIBAH MEMBAWA BERKAH.

Entah mengapa hari Sabtu malam, 6 Maret 2010 yang lalu saya menyiapkan PROPOLIS hingga 3 botol di kulkas dalam keadaan siap pakai (segel botol sudah saya buang semua dan tutup botol siap putar). Sampai-sampai isteri saya bertanya dan tidak saya jawab, “Ngapain, Bapak buka tiga botol PROPOLIS ini?” Ya, pertanyaan itu tidak saya jawab, karena memang saya juga tidak tahu mengapa. Ternyata jawabannya berupa musibah membawa berkah itu. Musibahnya menimpa anak saya yang besar, Adi. Berkahnya untuk kami sekeluarga. Terutama membuat Adi semakin terbuka pemikirannya terhadap luarbiasanya khasiat PROPOLIS sampai-sampai dia menjadi rajin browsing di internet tentang MANFAAT PROPOLIS untuk kesehatan. Dia jadi tahu bahwa tentara Amerika pun sering berbekal PROPOLIS untuk mengatasi luka bakar atau luka-luka fisik lainnya akibat berperang. 

Ceritanya, hari Minggu 7 Maret 2010 itu isteri saya ada acara pelatihan untuk para member baru PT Melia Nature Indonesia untuk wilayah Bogor dan Tangerang, di Sawangan – Depok. Kebetulan yang di rumah cuma saya dan anak saya yang besar, Adi. Menjelang makan siang, saya menyiapkan penggorengan untuk menggoreng kentang dan “chicken nugget” untuk makan siang. Setelah kentang dan nugget matang, Adi menyiapkan 4 batang sosis goreng, dan langsung dimasukkan ke minyak panas. Kebetulan karena sudah lama tidak menggoreng-goreng sosis, saya lupa mengeratnya. Akibatnya sosis meletus menyipratkan minyak panas. Kebetulan pula cipratan minyak yang kedua kalinya mengenai wajah anak saya. Begitu Adi teriak kepanasan, spontan saya ambilkan PROPOLIS yang sudah siap buka di kulkas. Wajah Adi saya tetesi propolis dan Adi meratakannya sambil merem. Sementara sosis yang tinggal dua batang di penggorengan meletus pula…

Dapat saya bayangkan betapa kekhawatiran yang dirasakan Adi. Takut luka kena minyak panas itu merusak wajahnya yang yaaa lumayan lah…:-). Dan seperti inilah wajah Adi setelah wajahnya dibasuh sampai 1/2 botol PROPOLIS.

Wajah Adi itu diolesi PROPOLIS tanpa perlakuan lain apa pun. Dan akibatnya sungguh luar biasa. Ketika dibasuh menjelang mandi sore, luka-luka itu mengelupas semua, sehingga menjadi terbuka tanpa melepuh. Luka-luka terbuka itu diolesi lagi PROPOLIS. Pokoknya begitu kering di oles lagi merata. Lima hari kemudian, luka-luka itu mengering dan menghitam. Kata Adi, sangat gatal dan ingin menggaruk. Tetapi saya larang. Pokoknya biarkan luka menghitam itu mengelupas sendiri, sebab kalau digaruk atau dipaksa dikelupas, tentu akan berdarah dan akan meninggalkan bekas yang sulit hilang. Beruntung, bahwa keinginan untuk sembuh dengan wajah yang kembali bagus, mampu mengendalikan rasa ingin menggaruk luka itu.

Ya, seperti itulah kondisi wajah anak saya lima hari setelah kejadian. Perlu saya sampaikan selama itu, memang anak saya terpaksa mencari surat ijin sakit dari dokter untuk tidak kuliah (Adi adalah mahasiswa semester 6 Fateta IPB), padahal dia sama sekali tidak ke dokter. Beruntung ada salah seorang kolega di Melia Nature yang mempunyai downline dokter…

Satu-satunya perlakuan untuknya adalah membesarkan hatinya, bahwa luka itu akan sembuh. Selanjutnya  menanamkan kepercayaannya kepada PROPOLIS. Waktu lima hari perlakuan wajah, Adi hanya menghabiskan 2 botol PROPOLIS, jadi kira-kira hanya memerlukan biaya Rp 200,000 saja…!!! Dan ajaib sekali. Khasiat PROPOLIS untuk anti-inflammatory sangat luar biasa. Enam hari setelah kejadian, luka itu mengelupas dan kondisi wajah anak saya sudah cukup lumayan, membuat dia sudah berani keluar mengantar ibunya ke Botani Square Bogor.

Tepat satu minggu (7 hari) wajah anak saya lebih bersih lagi. Bahkan ketika malamnya melakukan video-call dengan adiknya di Kanagawa Jepang lewat fasilitas SKYPE, sempat bergurau, bahwa wajahnya sekarang jadi lebih putih… jauh lebih putih lagi dibanding adiknya.

Saudara, saya benar-benar bersyukur. Pertama, entah mengapa saya menyiapkan 3 botol PROPOLIS dalam keadaan siap buka di kulkas, ternyata sangat menolong ketika anak saya terciprat minyak panas di wajahnya. Kedua, saya sangat bersyukur, bahwa PROPOLIS yang saya gunakan benar-benar berkhasiat, membuat kami sekeluarga semakin yakin dengan PROPOLIS seperti yang diwahyukan Allah SWT dalam al-Qur’an di surat an-Nahl ayat 69. Mungkin, inilah salah satu maksud bahwa zat yang keluar dari PERUT LEBAH (MADU) itu di dalamnya ada penyembuhan bagi manusia. Benar-benar kami rasakan dan alami. Bukan karena cerita orang, tetapi kami rasakan sendiri.

Sekali lagi, hanya pemberian PROPOLIS itulah yang diterima Adi, anak saya. Tanpa tindakan medis lain bahkan tanpa konsultasi ke dokter. Selama penanganan dengan PROPOLIS itu Adi menghabiskan 3 botol PROPOLIS yang saya siapkan itu. Sehingga jika dihitung nilai uangnya dengan harga eceran non-member, maka luka di wajah anak saya itu sembuh dengan hanya menghabiskan 3 x Rp 100,000 = Rp 300,000 saja. Sungguh biaya pengobatan luka bakar yang sangat murah, bukan?

Nah, untuk selanjutnya perawatan wajah anak saya ditambah dengan MELIA BIYANG SPRAY. Untuk dioleskan merata ke wajah,  3 – 6 tetes PROPOLIS lalu disemprot 1 semprot MELIA BIYANG, diratakan baru diusapkan merata ke seluruh wajah. Satu botol MELIA BIYANG berisi kira-kira 140 semprot, harga eceran Rp 250,000. Mudah-mudahan tidak sampai 1 botol MELIA BIYANG bekas luka bakar di wajah Adi sudah menjadi baik. Paling tidak bekas luka itu menjadi sangat samar bekasnya. Hasil perlakuan pertama campuran PROPOLIS & MELIA BIYANG pada hari ke 9 adalah seperti foto ini.

Nah, saudara sekalian sekarang saya memberanikan diri menawarkan kepada ANDA semua untuk membuat PROPOLIS kami sebagai kelengkapan  PERTOLONGAN PERTAMA ketika ada musibah yang menyebabkan luka fisik apa pun. Tidak hanya luka bakar (inflammatory) tetapi juga luka gores, lecet, bahkan lebih parah dari itu PROPOLIS juga manjur untuk menyembuhkan GANRENE karena DIABET. Selain PROPOLIS, MELIA BIYANG juga perlu Anda siapkan sebagai bagian dari Perlengkapan di almari obat keluarga Anda.

Kedua produk itu dipasarkan dengan harga sama, Rp 550,000 satu paket. Satu paket propolis berisi 7 botol @ 6 ml, sedang satu paket Melia Biyang berisi 4 botol @ 15 ml. Pembelian pertama perlu ditambah uang pendaftaran sebagai member Rp 30,000.

Bagaimana cara memperolehnya? Anda dapat memperolehnya dengan mengirimkan e-mail ke mnidramaga@yahoo.com atau denggleng@yahoo.com. Dapat pula Anda pesan dengan  SMS ke 0819-31101719. Untuk lebih jelasnya silakan klik: http://propbiyang.com/wp02/?page_id=394

Kami tunggu pemesanan Anda semua, dan kesehatan serta kesejahteraan adalah janji PT Melia Nature Indonesia kepada seluruh member (distributor) yang bersedia aktif menjalankan bisnisnya dengan cara yang sesuai sistem yang sudah disediakan. Salam sukses dari Bogor.

Cara Menikmati Propolis

Want to read in your own language? Please install
Click to install Google Tolbar on your browser
Online Business
Bagaimana mengubah blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai
free counters