Sulit menyatakan, kenapa sekarang jadi terdampar di bisnis ini. Terdampar atau tersangkut atau tersesat, tak jelas lagi. Seingatku dulu gara-gara teman chatting di internet datang ke rumahku sepulangnya aku dari Jepang, Oktober tahun 2004. Dia yang bertandang dengan pakaian gamish segera bilang: “Mas, gimana, sudah nyoba buka atau searching entry HGH dan Propolis? Ini aku bawakan contohnya, mau nyoba nggak?”.

Seingatku waktu itu aku malah bertanya. “Apa khasiatnya, sih?”
Temanku: “Ya banyak lah, sesuai yang ditulis di berbagai kitab suci. Kalau di kitab kita kan hanya disebutkan ada obat yang menyembuhkan bagi manusia, kan? Jadi ya gak jelas. Malah teorinya benda ini mampu menjadi ‘single medicine’ nih coba lihat daftar kelompok penyakit yang sudah terbukti dapat disembuhkan!” Dia pun mengeluarkan brosur kuning-coklat dengan tulisan lembut.
“Ah, masa sih? Benda sekecil itu dapat menggantikan semua obat dan penyembuh?” tanyaku menantang.
“Lho, ndak percaya sampiyan? Mari dicoba, nanti kalau langsung ada reaksi berarti memang sampiyan tidak sehat… he he he. Tapi yang penting bukan itunya, tapi ini lho peluang bisnisnya yang luar biasa. Nih daftar bonus harianku selama bulan Oktober lalu… hebring kan? Mana ada usaha dengan modal gak sampai sejuta sekali selamanya dapat pasokan bonus tiap hari minimal Rp 114,000?”
“Wah, kalau gitu laris dan cepat berkembang dong, jaringan sampiyan?”
“Ya jelas, dibanding jaringan sampiyan yang dari Amerika itu, ini lebih pasti. Penghasilannya dapat dihitung dan ditentukan lho. Coba sampiyan ingin berpenghasilan berapa sebulan?”
“Ya, misalnya aku dapat penghasilan tambahan sebesar gaji pokokku sebagai PNS yang (waktu itu) satu setengah juta lebih dikit, apa yang harus aku lakukan setelah keluar modal Rp 580,000?”
“Yang jelas sampiyan gabung dulu ke aku ha ha ha ha, mana Rp 580,000. Sampiyan dapat produk 1 paket atau 7 botol Propolis yang dapat sampian konsumsi sendiri atau dijual sebagian.  Lalu mulai besok usahakan selama sebulan sampiyan mengajak mengajak orang lain sehingga berhasil bertransaksi sebanyak 15 paket. Dah pasti kujamin sampiyan dapat tambahan penghasilan total senilai Rp 1,500,000 berupa cash 70% dan produk 30%.”

Singkatnya meskipun temanku tadi menggebu-gebu menawarkan, menjelaskan dan mengiming-iming dengan daftar bonusnya yang sebulan mencapai puluhan juta rupiah, aku tetap belum dapat menerima. Hanya saja untuk membuat enak hubungan selanjutnya, aku coba minum 5 tetes Propolis, sebelum temanku itu pamit. Eit… ternyata setelah mobil Mercy merah anggur pergi, mendadak aku pengin kencing. Dan terus berulang berkali-kali. Tapi dasar belum percaya, justru teh dan kopi yang aku salahkan membuat aku beser…:-)

Entah kenapa, keesokan harinya aku merasa tak enak dengan temanku yang datang kemarin. Sudah jauh-jauh dari Bandung hanya ingin bertemu (sebelumnya aku belum pernah bertemu dengan teman chatting itu) e, kok tawarannya aku tolak dengan berbagai argumentasi… Maka aku SMS dia, bahwa aku siap bergabung. Maka datanglah satu kotak Propolis via jasa titipan kilat sore harinya. Segera aku buka dan coba mengonsumsinya sesuai petunjuk di brosur. Padahal niatku bergabung hanya merasa tak enak pada kawan.

Setelah mengonsumsi sesuai anjuran habis 3 botol, maka ada rasa pegal dan sakit sekali di pinggangku. Bebera hari terasa sakitnya semakin menjadi-jadi. Untung datang temanku yang lain (Ustadz Chodjim, penulis buku Syech Siti Jenar) dan melihat aku kesakitan di pinggang segera saja beliau berkata: “Wah itu kayak aku dulu, Mas. Gejala mau keluar batu ginjalnya. Kalau dibiarkan dan yang akan keluar cukup besar, bisa-bisa harus dioperasi, lho.”

Dasar aku yang memang tidak suka ke dokter, maka segera tanya: “Terus waktu sampeyan sakit begini apa yang dilakukan, agar tak usah ke dokter gitu lho?”
“Beli saja Batugin-elixir atau jamu yang mengandung keji-beling, kumis kucing atau tempuyung. Tapi yang Batugin terbukti mampu meremukkan batu ginjalku dulu. Harganya juga tak sampai CEBAN”

Setelah temanku pulang, aku segera ke apotik beli Batugin. Aku minum dan menuruti anjuran di Batugin itu untuk minum air putih banyak-banyak. Nah, ini yang menyiksa. Susah bagiku minum air putih saja. Tapi apa boleh buat. Akhirnya 2 hari kemudian setelah minum batugin dan tetap rutin minum Propolis, keluarlah batu ginjal itu disertai air kencing yang kecoklatan. Ah, mungkin itu campuran darah… Tapi setelah itu lega benar. Pegal-pegal di pinggang hilang.

Tapi cerita terus berlanjut. Pada paket kedua yang aku beli lagi lewat temanku yang pertama, muncul lagi pegal-pegal di pinggang, kalau dulu di pinggang kanan, sekarang yang kiri. Dan ini lebih parah sakitnya. Segera aku beli lagi Batugin dan seperti yang terdahulu, memaksakan diri minum air putih bergelas-gelas sehari. Terutama bangun pagi, langsung 1.5 liter air putih, baru propolis dan Batugin. Sama persis seperti yang pertama, 2 hari kemudian setelah minum batugin, keluar lagi batu ginjal dan diikuti oleh serbuk-serbuk dan air kencing mencoklat. Setelah itu, benar-benar hilang keluhan pegal-pegal di pinggang, sampai sekarang!

Namun begitu, tetap saja keyakinan akan propolis dan peluang bisnis yang ditawarkan belum juga masuk di nalar saya. Mana ada tanpa kerja seperti temanku yang pertama, kok rekening tabungan dapat bertambah tiap hari? Pasti ada apa-apanya, nih. Apalagi waktu itu aku masih jadi member aktif di dua perusahaan MLM. Dua-duanya memberlakukan TUTUP POIN. Sedang yang ditawarkan temanku ini tidak ada tutup poin, dengan peluang seperti 2 gambar ini.

Slide2 Slide3

Sayang salah satu dari kaki jaringan temanku pertama tadi menyalahi sistem. Kebetulan pula kaki itu terusannya adalah membership saya. Akibatnya jaringan saya macet tidak berkembang. Hingga perusahaan yang semula dimiliki oleh asing (Malaysia) dan lalu berubah manajemen setelah diambil alih oleh para member yang dipimpin oleh Ir Sukur Nababan, jaringan saya tidak berkembang dan sulit bagi saya memperoleh PROPOLIS lagi.

Pada bulan Januari 2007, teman sekantor yang dulu saya tawari, ternyata isterinya bergabung di jaringan lain dan membuka stockis, lalu memprospek isteri saya. Isteri saya tidak mau, karena masih menjalani MLM yang lain sebagai downline saya. Kebetulan saya datang dan setelah tahu ditawari menjadi member PT MNI, maka dengan yakin saya suruh isteri untuk segera bergabung. Namun bukan karena bisnisnya, tetapi karena saya perlu PROPOLISNYA. Saya sudah benar-benar yakin akan manfaat PROPOLIS untuk kesehatan. Kemudian saya pun bergabung lagi menjadi downline isteri saya, seminggu kemudian.

Karena dibujuk-bujuk terus oleh pemilik stokis Bogor, maka pada hari Minggu akhir Januari 2007, saya antar isteri saya datang pertemuan. Baru tahu bahwa peluang itu nyata. Maka sesampai di rumah lagi, barulah kami berdua MENGUBAH KEYAKINAN, dari hanya sebagai konsumen PROPOLIS menjadi pelaku bisnisnya. Malah kuartal pertama tahun 2008, kami berhasil membuka STOKIS atas bantuan banyak rekan saya yang sekarang menjadi “INVESTOR” atau pemilik produk PT MNI yang ditransaksikan lewat STOKIS kami yang diberi nama WARUNG BIYANG PROPOLIS  atau http://www,propbiyang.net/.

Mengubah keyakinan memang perlu waktu. Dan barusan saya baca buku yang pernah saya baca sebelumnya sampai 2 kali, terjemahan “The Opportunity in Every Problem” tulisan SL Taylor, dengan tokoh utama Mr I M Lucky dan Utor Retting tentang peluang. Saya tertarik dengan goresan tinta berwarna “pink” yang khas tulisan saya. Jadi rupa-rupanya entah kapan ketika aku baca buku itu, kebetulan pegang ball-point-pen warna pink, aku tuliskan ringkasan pemahaman tentang  bab 2 buku itu. Catatan ringkas itu berbunyi: “LOGIKA DAN TALENTA: Semua Peluang adalah Tawaran dari Nya”. Jadi apa masalahnya, jika Anda tidak menerima peluang yang Anda baca di posting saya ini?

Salam sukses dari Bogor,

Mengonsumsi Propolis itu bisa senikmat Es Jahe Wangi….!!!

Leave a Reply

Want to read in your own language? Please install
Click to install Google Tolbar on your browser
Online Business
Bagaimana mengubah blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai
free counters