MUI_logoAda salah seorang member jaringan saya yang bonus-bonusnya tidak dapat ditransfer ke rekening bank-nya.  Usut punya usut, ternyata dia menggunakan rekening salah satu bank syariah terkemuka di Indonesia. Ketika ditanyakan ke beberapa temannya, terbetik informasi bahwa bank tersebut tidak mau menerima transfer uang dari perusahaan MLM. Alasannya, bisnis MLM itu tidak halal alias haram! Pemecahannya ya, sederhana. Member tersebut saya minta mengganti rekening ke bank konvensional. Kebetulan PT Melia Nature Indonesia mempunyai kerjasama dengan bank nasional besar yang sangat memudahkan. Hanya dengan Rp 50,000 saja member PT Melia Nature Indonesia dapat membuka rekening di bank kerjasama tersebut, padahal untuk orang selain member PT Melia Nature Indonesia perlu setoran minimal Rp 500,000 untuk dapat membuka rekening. Maka, bonus-bonus yang tertunda langsung masuk ke rekening barunya.

Persoalannya adalah, apakah MLM itu benar-benar halal? Atau hanya beberapa MLM yang haram? Atau semua MLM haram? Pertanyaan itu sering muncul dari beberapa orang yang diprospek oleh member-member saya. Saya tidak bisa menjawab pasti, karena memang saya tidak faham dengan hukum halal-haram atas suatu bisnis. Satu-satunya jalan yang saya tempuh adalah menasihati member yang menemui pertanyaan “apakah MLM itu haram” dengan mengatakan: “Ya, sudah, untuk orang yang menganggap MLM ini haram, tinggalkan saja. Toh masih lebih banyak orang yang tidak mempermasalahkannya?”

Meskipun begitu, tetap saja pertanyaan kehalalan MLM selalu saja menjadi ganjalan. Oleh karena itu saya juga mengajukan pertanyaan yang sama kepada Anda semua (terutama yang faham tentang hukum syariah) apakah MLM itu haram? Pertanyaan itu saya sampaikan tentunya dengan memberikan fakta tentang MLM dibandingkan dengan sistem pemasaran yang lain. Misalnya sistem retail. Perbandingan Retail vs MLM sudah saya postingkan lama di weblog ini dengan memperbaningkan harga produk akhir yang dibayarkan oleh konsumen. Jika diperbandingkan jalur produk dari produsen ke konsumen akhir maka dapat kita temui perbandingan sebagai berikut.

 

 

Nah, dapat kita lihat bahwa pada sistem RETAIL, maka sebagian besar komponen harga akhir menjadi biaya distribusi produk dari produsen ke konsumen oleh sekian “titik” rantai pemasaran. Kebanyakan justru biaya-biaya non-transaksi, seperti pergudangan, transportasi dan yang terbesar adalah untuk PROMOSI. Dengan demikian keuntungan (margin harga konsumen terhadap harga pabrik) yang menikmati adalah unit-unit pemasaran dari bandar, agen, supplier sampai pengecer dan pada produk-produk tertentu dinikmati oleh BINTANG IKLAN. Konsumen harus membayar sidikitnya 2 kali lipat harga pabrik…:-)

Sekarang bagaimana dengan MLM? Jelas jika harga sama-sama 200% harga pabrik, maka separuh harga itu menjadi keuntungan perusahaan MLM dan para distributornya. Kalau saham perusahaannya dimiliki oleh produsen, apa yang terjadi? Keuntungan member dapat diperbesar. Inilah yang terjadi pada MLM PT Melia Nature Indonesia, yang sahamnya dimiliki oleh kedua produsen produk yang dipasarkan. Selain itu, harga produk dapat lebih murah dibandingkan produk sejenis yang dipasarkan secara konvensional maupun dipasarkan oleh perusahaan MLM yang lain.

Yang jelas, konsumen produk MLM biasanya juga menjadi member jaringan pemasarannya. Member pemasaran yang berhasil menciptakan omset bagi perusahaan diberi bonus atau penghasilan yang diambilkan secara proporsional dari margin harga konsumen terhadap harga pabrik. Jadi hanya di perusahaan MLM-lah konsumen dapat memperoleh penghasilan dengan mengembangkan jaringan pasarnya. Member-member itu dapat menjadi “penolong” bagi orang-orang lain yang mau diajak bergabung lalu mengembangkan jaringan dan kemudian memperoleh penghasilan. Nah, apakah sistem yang saling menguntungkan dan dapat menjadi sarana membantu orang lain memperoleh penghasilan ini pantas diberi ‘label haram’? Itulah yang perlu Anda pikirkan bersama. Bagi saya, bisnis yang memberi manfaat kepada sesama dan tidak merugikan sesama, tentunya tidak pantas digebyah-uyah dengan diberi label HARAM, bukan?

Mari-mari… silakan bergabung…:-)

mnidramaga@yahoo.com

FacebookShare

Comments are closed.

DAHSYAT…!!!
Bagaimana menjadikan MLM sebagai mesin uang dengan bonus HARIAN.... Tanpa TUP POIN, tidak pakai peringkat-2an.... tidak juga janji reward muluk-muluk, cukup dengan SATU MACAM PENGHASILAN yaitu BONUS, Uang dan Produk....
Arsip
Kategori
MSS Bogor Group
DAFTAR SEKARANG
KDPBiz.Com
Jl. Johar I Blok C2 No. 23, Taman Pagelaran, Ciomas Bogor 16610
e-Mail: mssdramaga@gmail.com

Contact Persons:
Dr Ir Winarso D Widodo, MS (wd_widodo@yahoo.com)
Ir Nuraeni (mnidramaga@yahoo.com)
Produk
Melia Propolis:
Rp 605,000/paket
Melia Biyang:
Rp 605,000/paket
Website Member Area:
Rp 30,000
berlaku selamanya (diwariskan)
Hosting & Domain Kompetitif
alt=
Download e-Book Bisnis Online
Download eBook CafeBisnis
Cafe Bisnis, Pembelajaran Online
Bisnis Online
free counters

sejak 19 April 2011

Bisnis Anti Macet
Bisnis Online