
Perusahaan Tradisional (non-MLM)
Pada perusahaan tradisional (non-MLM) seorang manajer penjualan (sales manager) dan “beberapa” tenaga penjualan (sales representatives) di-hire oleh perusahaan.
Perusahaan mempunyai keterbatasan dalam jumlah tenaga penjualan yang mereka rekrut tergantung dari keuangan untuk membayarnya dan kemampuan seorang manajer penjualan mengelola arus penjualannya. Jika seorang manajer penjualan kewalahan karena jumlah tenaga kerja yang dia kelola semakin banyak, atau arus penjualan membesar, maka perusahaan dapat meng-hire manajer baru atau merekrut salah seorang tenaga penjualan yang berkinerja bagus dijadikan manajer penjualan baru.

Praktik ini dapat disebut sebagai pemasaran yang melebar (“Multi-Width” marketing) karena pemasarannya yang berkembang memperbesar organisasi secara horizontal. Sedang dalam ‘Multi-Level’ marketing, perkembangan terjadi secara vertikal.
Perusahaan Multi Level Marketing
Perusahaan MLM “mulai” dengan merekrut seorang tenaga penjualan (distributor) yang mencari pelanggan dan melatih distributor baru untuk mencari pelanggan, persis seperti perusahaan tradisional. Perbedaannya adalah, setiap distributor juga otomatis memiliki peluang untuk menjadi “manajer penjualan” yaitu menjadi leader dari para distributor di dalam jaringannya. Perusahaan hanya membayar KOMISI bukan GAJI, sehingga tidak ada batasan jumlah distributor yang harus direkrut. Selain itu, para distributor menjadi member MLM karena MENDAFTARKAN diri setelah disponsori oleh distributor yang mengajaknya, bukan karena direkrut oleh perusahaan, bukan pula karena adanya tawaran LOWONGAN KERJA dari perusahaan. Dalam setiap perusahaan MLM selalu terbuka LOWONGAN distributor, yang dapat bergabung melalui DISTRIBUTOR yang sudah ada!

Keuntungan dari sistem ini adalah perkembangan (ekspansi) usaha yang cepat dengan jumlah tenaga penjualan terlatih (di dalam jaringan masing-masing) yang semakin banyak. Keuntungan bagi distributor juga besar, karena penghasilan mereka tidak hanya terbatas dari jumlah produk yang berhasil mereka jual (omset pribadi) tetapi tergantung jumlah produk yang dapat terjual oleh seluruh anggota jaringannya (omset jaringan), karena setiap distributor yang jaringannya menciptakan OMSET BAGI PERUSAHAAN, dia akan memperoleh komisi atas omset pribadinya (kalau ada) dan komisi untuk pengembangan jaringannya (penambahan pelanggan). Jadi ada dua komisi atau bonus, yaitu BONUS SPONSOR (karena mengajak orang lain menjadi member) dan BONUS LEADERHIP (karena berhasil mengembangkan jaringan pelanggan). Akumulasi dari kedua macam bonus itu sering diberikan sebagai ‘reward’ atau penghargaan, tetapi ada pula yang diwujudkan dalam bentuk BONUS UNILEVEL.[kdp-2009]

